Tentang Kawashima Ami (TORADORA!)
1
YO.. Malam minggu gini, enaknya kita bahas yang MOE-MOE yuk :3
pertama yang akan saya bahas adalah.. "CHARAKTER MOE" dan aku memilih yang pertama ku posting adalah, KAWASHIMA AMI dari anime TORADORA. Karena secara fakta, aku sangat memfavoritkannya.
INFORMASI UMUM ::
Nama: Ami Kawashima (川嶋 亜美)
Tinggi: 165 cm
Berat: 45 kg
Ukuran : 90 - 58-88
Panggilan: Ami "Amin, Bakachi, Stupid Chihuahua" Kawashima
TENTANG ::
Ami
adalah teman masa kecil Yuusaku itu yang transfer ke tengah kelasnya
melalui tahun kedua mereka sekolah tinggi . Dia sangat cantik dan bahkan
bekerja sebagai model , meskipun setelah dia transfer sekolah , dia
untuk sementara berhenti modeling . Namun, ia masih terus pergi ke gym
mudah dan mempertahankan sosok ramping . Dia selalu baik dan murah hati
terhadap orang lain , meskipun ini hanyalah tipuan . Sebenarnya , dia
sombong dan tidak akan ragu untuk menggunakan orang lain untuk
keuntungan sendiri . Dalam pertemuan pertamanya dengan Taiga , Ami
menunjukkan warna sejatinya , tapi tabel yang berubah ketika Taiga
melemparkan serangan balik ke arahnya . Sejak itu, Ami dan Taiga telah
menjadi musuh , meskipun Ami masih kadang-kadang iri Taiga karena dia
selalu bisa jujur . Ini mengisyaratkan , sebagian besar melalui teman
masa kecilnya Yuusaku , bahwa dia seperti ini karena dia belum
benar-benar diketahui setiap kehidupan lain selain modeling-nya , yang
merupakan bagian dari alasan dia pindah ke kampung halaman mereka untuk
bersekolah di sana .
Itulah sebabnya mengapa , melalui afiliasi -nya dengan Taiga dan Ryuuji , Ami akhirnya berkembang lebih dari sebuah " jalan tengah " kepribadian , ditandai dengan dia kehilangan amarahnya dan mengambil frustrasi di atas penggemar penguntit . Meskipun hal ini tidak berarti bahwa ia secara otomatis menjadi teman dengan Taiga , mereka berdua juga bertemu setengah jalan sampai batas tertentu , sehingga berjalan ke argumen jauh lebih sering . Dia masih bisa agak manipulatif dan nakal , tapi dia " gravure tolol " kepribadian hampir seluruhnya ditinggalkan untuk yang lebih blak-blakan, dan dia bahkan membantu teman-teman barunya , termasuk Taiga , pada kesempatan . Pada titik tertentu , dia bahkan menunjukkan beberapa kepentingan dalam Ryuuji .
pertama yang akan saya bahas adalah.. "CHARAKTER MOE" dan aku memilih yang pertama ku posting adalah, KAWASHIMA AMI dari anime TORADORA. Karena secara fakta, aku sangat memfavoritkannya.
INFORMASI UMUM ::
Nama: Ami Kawashima (川嶋 亜美)
Tinggi: 165 cm
Berat: 45 kg
Ukuran : 90 - 58-88
Panggilan: Ami "Amin, Bakachi, Stupid Chihuahua" Kawashima
| Ami Kawashima | |
| 川嶋 亜美 | |
| Kawashima Ami | |
| Kelamin: | Perempuan |
| Birthday: | |
| 1st manga book: | |
| 1st anime episode: | Toradora #5 |
| 1st anime movie: | |
| Aliases | Baka-chi |
TENTANG ::
Itulah sebabnya mengapa , melalui afiliasi -nya dengan Taiga dan Ryuuji , Ami akhirnya berkembang lebih dari sebuah " jalan tengah " kepribadian , ditandai dengan dia kehilangan amarahnya dan mengambil frustrasi di atas penggemar penguntit . Meskipun hal ini tidak berarti bahwa ia secara otomatis menjadi teman dengan Taiga , mereka berdua juga bertemu setengah jalan sampai batas tertentu , sehingga berjalan ke argumen jauh lebih sering . Dia masih bisa agak manipulatif dan nakal , tapi dia " gravure tolol " kepribadian hampir seluruhnya ditinggalkan untuk yang lebih blak-blakan, dan dia bahkan membantu teman-teman barunya , termasuk Taiga , pada kesempatan . Pada titik tertentu , dia bahkan menunjukkan beberapa kepentingan dalam Ryuuji .
Oke, sekian dulu postingan malam ini.
By : Unknown
BELAJAR JEPANG : Gaya Bahasa Masyarakat Jepang
0
Konnichiwa~
Panas sekali siang ini..
Oke, pada bagian kali ini saya akan membahas tentang "Perbedaan Pengucapan" dalam bahasa jepang ^_^ Materi ini sangat sederhana, tetapi sangat penting untuk diketahui, jadi.. Mari belajar bersama.
Jika kata dalam bahasa Indonesia digunakan secara bebas, sementara orang Jepang mengucapkan perbedaan kata sesuai gender, umur, atau status sosial.
Gaya bahasa Jepang ::
Saya umpamakan ada 8 orang subjek pembicara dengan status dan gender berbeda, mereka adalah Anak laki, Anak perempuan, Lelaki slengean( orang Jepang umum ), Samurai / Yakuza, Kakek-kakek, Bawahan, Wanita dewasa, dan Orang Osaka, dan mereka mengucapkan ;
Saya ( kamus = watashi) 私
Anak laki = Boku
Anak Perempuan = Atashi
Laki Slengean ( kita ganti istilahnya menjadi laki dewasa ) = Ore
Samurai = Sessha
Kakek kakek = Washi
Bawahan = Watakushi
Wanita dewasa = Watakushi
Orang Osaka = Wate / Washi
Siapa Nama anda?( Onamae wa nanto osshaimasu ka )お名前は何とおっしゃいますか
Anak laki = Kimi, namae nan to iu no?
Anak Perempuan = Anata dare na no?
laki dewasa = Temee, nani mono da?
Samurai = Na o nano rei / na o nanorare yo
Kakek kakek = Anta namae wa nan to iu’nja?
Bawahan = O-namae o ukagatte moyoroshii deshou ka?
Wanita dewasa = Anata, o-namae wa?
Orang Osaka = Ware, nani mon ya?
Hay!! ( Ohayou Gozaimasu / Konnichiwa ) おはよう / こんにちは
Anak laki = Ohayou
Anak Perempuan = Ohayo
laki dewasa = Yoo
Samurai = Go-kigen ikaga de gozaru ka
Kakek kakek = Oo you kita nou
Bawahan = Omezama wa ikaga desu ka
Wanita dewasa = Gokigen You
Orang Osaka = Maido
Ungkapan perpisahan ( Sayounara ) さようなら
Anak laki = Bai bai
Anak Perempuan = jaa ne
laki dewasa = jaa na
Samurai = Shitsurei tsukamatsuru
Kakek kakek = Kaeru ka nou.
Bawahan = Shitsurei Itashimasu
Wanita dewasa = Gokigen You
Orang Osaka = Honana
Terimakasih ( Arigatou gozaimasu ) ありがとうございました
Anak laki = Arigatou
Anak Perempuan = Arigato ne
laki dewasa = Sankyu
( plesetan dari thank you, jika dalam chat atau sms, biasanya ditulis 39, 3= san 9= kyu )
Samurai = Katajikenai
Kakek kakek = Arigatai nou
Bawahan = Arigatou Gozaimasu
Wanita dewasa = ara / arigatou
Orang Osaka = Ooki ni
Maaf ( Sumimasen ) すみません
Anak laki = Gomen
Anak Perempuan = Gomen
laki dewasa = Warukatta na
Samurai = Suman nu
Kakek kakek = Suman nou
Bawahan = Moushiwake gozaimasen
Wanita dewasa = Gomenasai ( ingat lagunya t.A.T.u ? )
Orang Osaka = Summasen
Iya, betul sekali!! ( Hai, sou desu ) はい、ソウデス
Anak laki = un, sou da yo ( paling sering diucapkan dalam film anime jepang )
Anak Perempuan = un, sou yo
laki dewasa = Aa, sou da ze
Samurai = Umu, sayou de gozaru
Kakek kakek = Oo, sou ja
Bawahan = Hai, sayou de gozaimasu
Wanita dewasa = Ee, sou desu wa
Orang Osaka = Ou, seya de
Salah, bukan begitu ( Iie, chigaimasu ) いいえ、ちがいます
Anak laki = Uun, chigau yo
Anak Perempuan = Uun, chigau wa yo
laki dewasa = Iya, sorya de makase da ze
Samurai = Ina sore wa machigoute oru
Kakek kakek = Uumu sore wa chigau nou
Bawahan = Iie, sono youna koto wa gozaimasen
Wanita dewasa = Iie, sono youna koto wa nakutte yo
Orang Osaka = Iya, Chau de
Boleh / Ok ( ii desu ) いいです
Anak laki = ii yo
Anak Perempuan = ii wa yo
laki dewasa = ii ze
Samurai = Yoki koto
Kakek kakek = Yoi zo
Bawahan = Yoroshuu Gozaimasu
Wanita dewasa = Yoroshikutte yo
Orang Osaka = Ee de
Jangan ( Dame desu ) だめです
Anak laki = Dame da yo
Anak Perempuan = Dame yo
laki dewasa = Yabaitte
Samurai = Shouchi itashi kaneru
Kakek kakek = Dame ja
Bawahan = Oyoshi Kudasai
Wanita dewasa = Dame desu wa
Orang Osaka = Akante
#NB:: "Bahasa Osaka jika di ibaratkan dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa daerah, misalnya bahasa jawa, atau bahasa sunda. Bedanya, Di Jepang, penduduk Osaka memang terkenal keras. Itu ditunjukkan juga dengan bahasa daerahnya yang selalu mereka pakai di manapun, tak peduli siapa yang mereka ajak bicara."
"Bahasa Osaka banyak dipakai penduduk asli yang lahir di Osaka. Memang agak simple dari bahasa resminya, namun kalau warga baru atau orang asing yang hanya mempelajari bahasa resminya menjadi sedikit aneh di telinga."
Sumber : Dokumen Nukabe Nanang-san
Hai' Sepertinya cukup dulu untuk pelajaran BAB kedua ini, mengenai perbedaan pengucapan dalam bahasa jepang, Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, perlu diingat saya disini juga sedang dalam proses belajar :) Jadi tidak ada yang lebih ahli, Saya juga tidak berniat menggurui, hanya berbagi..
Sampai ketemu lagi ^_^
Panas sekali siang ini..
Oke, pada bagian kali ini saya akan membahas tentang "Perbedaan Pengucapan" dalam bahasa jepang ^_^ Materi ini sangat sederhana, tetapi sangat penting untuk diketahui, jadi.. Mari belajar bersama.
Jika kata dalam bahasa Indonesia digunakan secara bebas, sementara orang Jepang mengucapkan perbedaan kata sesuai gender, umur, atau status sosial.
Gaya bahasa Jepang ::
Saya umpamakan ada 8 orang subjek pembicara dengan status dan gender berbeda, mereka adalah Anak laki, Anak perempuan, Lelaki slengean( orang Jepang umum ), Samurai / Yakuza, Kakek-kakek, Bawahan, Wanita dewasa, dan Orang Osaka, dan mereka mengucapkan ;
Saya ( kamus = watashi) 私
Anak laki = Boku
Anak Perempuan = Atashi
Laki Slengean ( kita ganti istilahnya menjadi laki dewasa ) = Ore
Samurai = Sessha
Kakek kakek = Washi
Bawahan = Watakushi
Wanita dewasa = Watakushi
Orang Osaka = Wate / Washi
Siapa Nama anda?( Onamae wa nanto osshaimasu ka )お名前は何とおっしゃいますか
Anak laki = Kimi, namae nan to iu no?
Anak Perempuan = Anata dare na no?
laki dewasa = Temee, nani mono da?
Samurai = Na o nano rei / na o nanorare yo
Kakek kakek = Anta namae wa nan to iu’nja?
Bawahan = O-namae o ukagatte moyoroshii deshou ka?
Wanita dewasa = Anata, o-namae wa?
Orang Osaka = Ware, nani mon ya?
Hay!! ( Ohayou Gozaimasu / Konnichiwa ) おはよう / こんにちは
Anak laki = Ohayou
Anak Perempuan = Ohayo
laki dewasa = Yoo
Samurai = Go-kigen ikaga de gozaru ka
Kakek kakek = Oo you kita nou
Bawahan = Omezama wa ikaga desu ka
Wanita dewasa = Gokigen You
Orang Osaka = Maido
Ungkapan perpisahan ( Sayounara ) さようなら
Anak laki = Bai bai
Anak Perempuan = jaa ne
laki dewasa = jaa na
Samurai = Shitsurei tsukamatsuru
Kakek kakek = Kaeru ka nou.
Bawahan = Shitsurei Itashimasu
Wanita dewasa = Gokigen You
Orang Osaka = Honana
Terimakasih ( Arigatou gozaimasu ) ありがとうございました
Anak laki = Arigatou
Anak Perempuan = Arigato ne
laki dewasa = Sankyu
( plesetan dari thank you, jika dalam chat atau sms, biasanya ditulis 39, 3= san 9= kyu )
Samurai = Katajikenai
Kakek kakek = Arigatai nou
Bawahan = Arigatou Gozaimasu
Wanita dewasa = ara / arigatou
Orang Osaka = Ooki ni
Maaf ( Sumimasen ) すみません
Anak laki = Gomen
Anak Perempuan = Gomen
laki dewasa = Warukatta na
Samurai = Suman nu
Kakek kakek = Suman nou
Bawahan = Moushiwake gozaimasen
Wanita dewasa = Gomenasai ( ingat lagunya t.A.T.u ? )
Orang Osaka = Summasen
Iya, betul sekali!! ( Hai, sou desu ) はい、ソウデス
Anak laki = un, sou da yo ( paling sering diucapkan dalam film anime jepang )
Anak Perempuan = un, sou yo
laki dewasa = Aa, sou da ze
Samurai = Umu, sayou de gozaru
Kakek kakek = Oo, sou ja
Bawahan = Hai, sayou de gozaimasu
Wanita dewasa = Ee, sou desu wa
Orang Osaka = Ou, seya de
Salah, bukan begitu ( Iie, chigaimasu ) いいえ、ちがいます
Anak laki = Uun, chigau yo
Anak Perempuan = Uun, chigau wa yo
laki dewasa = Iya, sorya de makase da ze
Samurai = Ina sore wa machigoute oru
Kakek kakek = Uumu sore wa chigau nou
Bawahan = Iie, sono youna koto wa gozaimasen
Wanita dewasa = Iie, sono youna koto wa nakutte yo
Orang Osaka = Iya, Chau de
Boleh / Ok ( ii desu ) いいです
Anak laki = ii yo
Anak Perempuan = ii wa yo
laki dewasa = ii ze
Samurai = Yoki koto
Kakek kakek = Yoi zo
Bawahan = Yoroshuu Gozaimasu
Wanita dewasa = Yoroshikutte yo
Orang Osaka = Ee de
Jangan ( Dame desu ) だめです
Anak laki = Dame da yo
Anak Perempuan = Dame yo
laki dewasa = Yabaitte
Samurai = Shouchi itashi kaneru
Kakek kakek = Dame ja
Bawahan = Oyoshi Kudasai
Wanita dewasa = Dame desu wa
Orang Osaka = Akante
#NB:: "Bahasa Osaka jika di ibaratkan dalam bahasa Indonesia, seperti bahasa daerah, misalnya bahasa jawa, atau bahasa sunda. Bedanya, Di Jepang, penduduk Osaka memang terkenal keras. Itu ditunjukkan juga dengan bahasa daerahnya yang selalu mereka pakai di manapun, tak peduli siapa yang mereka ajak bicara."
"Bahasa Osaka banyak dipakai penduduk asli yang lahir di Osaka. Memang agak simple dari bahasa resminya, namun kalau warga baru atau orang asing yang hanya mempelajari bahasa resminya menjadi sedikit aneh di telinga."
Sumber : Dokumen Nukabe Nanang-san
Hai' Sepertinya cukup dulu untuk pelajaran BAB kedua ini, mengenai perbedaan pengucapan dalam bahasa jepang, Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, perlu diingat saya disini juga sedang dalam proses belajar :) Jadi tidak ada yang lebih ahli, Saya juga tidak berniat menggurui, hanya berbagi..
Sampai ketemu lagi ^_^
By : Unknown
BUDAYA JEPANG : MEMBUNGKUK (OJIGI-お辞儀)
0
Budaya membungkuk di Jepang ini disebut dengan お辞儀 (ojigi).
Alasan membungkuk dan menundukkan kepala di Jepang dapat digunakan sebagai salam, perkenalan, menunjukkan rasa hormat atau permintaan maaf. Terdapat beberapa jenis membungkuk di Jepang yang akan berguna.
1. Salam
Adalah hal yang umum untuk memberi sekitar 10° anggukan kepala dan bahu untuk memberi salam pada seorang teman. Ini juga berlaku saat kita mengucapkan selamat tinggal.
2. Perkenalan
Baik perkenalan formal maupun santai diharapkan untuk membungkuk sekitar 30 ° menggunakan tubuh bagian atas.
Setelah bertukar kartu nama, membungkuklah sekitar 1 detik atau lebih. Jangan melakukan kontak mata karena akan dianggap tidak sopan, serta perhatikan jarak Anda sehingga tidak terjadi benturan kepala (hal itu sering terjadi).
Jika orang yang Anda temui sangat penting, membungkuklah sedalam 45°. Jangan membungkuk dan berjabat tangan pada saat yang bersamaan.
3. Membungkuk Atas Rasa Hormat
Membungkuk adalah ekspresi kerendahan hati. Hal itu selalu berarti menunjukkan rasa hormat kita kepada pihak lain.
4. Membungkuk Untuk Sportivitas
Membungkuk atas rasa hormat lainnya adalah membungkuk antar lawan sebelum pertandingan olahraga.
5. Membungkuk Untuk Urusan Agama
Adalah hal yang umum untuk membungkuk kepada para dewa di kuil Shinto.
Tidak jauh berbeda dengan tata cara umat Islam dalam menjalankan shollat, ada rukuk dan sujudnya.
6. Membungkuk Dalam Seni Bela Diri
Seni bela diri Jepang memiliki kaidah mereka sendiri dalam hal membungkuk. Membungkuk dimaksudkan untuk memberi hormat kepada sensei (guru).
Merupakan hal yang sangat penting juga untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan kita.
7. Membungkuk Pada Pelanggan
Di Jepang, pelanggan/customer dianggap dewa (semacam itu).
Misalnya saat pelanggan datang.
8. Membungkuk Sebagai Rasa Terima Kasih
Jika seseorang mempersilakan kita menyalip jalan mereka, suatu hal yang umum untuk membungkuk kecil menggunakan kepala sebagai tanda terima kasih. Bahkan umum untuk pengendara mobil saling membungkuk untuk sedikit kesopanan.
Pada pernikahan Jepang suatu hal yang umum untuk pengantin wanita untuk memberikan kata-kata sambutan yang menyentuh kepada orang tuanya – untuk mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan mereka selama ini.
9. Membungkuk Pada Pertunjukan
Seperti halnya di negara lain, hal yang umum dilakukan oleh para performer untuk membungkuk sebagai respon dari tepuk tangan yang diberikan untuknya, dan biasanya mereka membungkuk kecil.
10. Permintaan Maaf Ringan
Untuk permintaan maaf ringan kita membungkuk dengan kepala 10 °. Hal ini dapat digunakan jika kita bersenggolan dengan orang asing atau saat kita menyebabkan ketidaknyamanan kecil kepada seseorang. Sebagai contoh, jika seseorang menahan pintu lift untuk kita. Katakanlah sumimasen (permisi atau maaf).
11. Permintaan Maaf Biasa
Jika atasan kita marah karena kita sudah melakukan kesalahan, lakukanlah membungkuk 45 ° dengan tubuh bagian atas. Tahan selama 5 detik. Katakanlah sumimasen deshita (aku minta maaf atas apa yang telah kulakukan).
12. Permintaan Maaf Serius
Misalnya kita melakukan kesalahan yang serius, kita sebaiknya meminta maaf dengan membungkuk 45 ° dengan tubuh bagian atas dalam waktu yang agak lama, biasanya selama 15 hingga 20 detik. Katakanlah moushiwake gozaimasen deshita (aku sangat menyesal atas apa yang telah kulakukan).
13. Permintaan Maaf Dengan Panik
Misalnya kita menabrak seseorang di jalan dan menyebabkan kerugian dan kekesalannya, kita membungkuk sedalam ° 45 secara berulang kali untuk menunjukkan betapa menyesalnya kita.
Ulangi kata-kata moushiwake gozaimasen (aku sangat menyesal) setiap kali kita membungkuk.
Ini juga adalah cara orang-orang meminta maaf kepada yakuza dalam film-film di anime juga.
14. Permintaan Maaf Sangat Serius
Misalnya kita telah melakukan kejahatan serius dan kita meminta maaf kepada para korban.
Kita akan membungkuk dengan posisi berlutut. Katakanlah makoto ni moushiwake gozaimasen deshita (aku meminta maaf dengan tulus atas apa yang aku lakukan).
Ada dua jenis ojigi :
1. Ritsurei (立礼) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
2. Zarei (座礼). adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.
Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:
1. Saikeirei (最敬礼), adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih
2. Keirei (敬礼), yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat
3. Eshaku (会釈), adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat
Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.
Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat
Tata cara ojigi ::
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal
Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.
SUMBER:: GOOGLE + Buku 1001 Tentang Jepang Oke.. Saya rasa sekian dulu pembahasan tentang budaya jepang bagian pertama, OJIGI. Semoga Bermanfaat ^_^
Sampai jumpa kembali di postingan berikutnya.
Budaya membungkuk di Jepang ini disebut dengan お辞儀 (ojigi).
Alasan membungkuk dan menundukkan kepala di Jepang dapat digunakan sebagai salam, perkenalan, menunjukkan rasa hormat atau permintaan maaf. Terdapat beberapa jenis membungkuk di Jepang yang akan berguna.
1. Salam
Adalah hal yang umum untuk memberi sekitar 10° anggukan kepala dan bahu untuk memberi salam pada seorang teman. Ini juga berlaku saat kita mengucapkan selamat tinggal.
2. Perkenalan
Baik perkenalan formal maupun santai diharapkan untuk membungkuk sekitar 30 ° menggunakan tubuh bagian atas.
Setelah bertukar kartu nama, membungkuklah sekitar 1 detik atau lebih. Jangan melakukan kontak mata karena akan dianggap tidak sopan, serta perhatikan jarak Anda sehingga tidak terjadi benturan kepala (hal itu sering terjadi).
Jika orang yang Anda temui sangat penting, membungkuklah sedalam 45°. Jangan membungkuk dan berjabat tangan pada saat yang bersamaan.
3. Membungkuk Atas Rasa Hormat
Membungkuk adalah ekspresi kerendahan hati. Hal itu selalu berarti menunjukkan rasa hormat kita kepada pihak lain.
4. Membungkuk Untuk Sportivitas
Membungkuk atas rasa hormat lainnya adalah membungkuk antar lawan sebelum pertandingan olahraga.
5. Membungkuk Untuk Urusan Agama
Adalah hal yang umum untuk membungkuk kepada para dewa di kuil Shinto.
Tidak jauh berbeda dengan tata cara umat Islam dalam menjalankan shollat, ada rukuk dan sujudnya.
6. Membungkuk Dalam Seni Bela Diri
Seni bela diri Jepang memiliki kaidah mereka sendiri dalam hal membungkuk. Membungkuk dimaksudkan untuk memberi hormat kepada sensei (guru).
Merupakan hal yang sangat penting juga untuk menunjukkan rasa hormat kepada lawan kita.
7. Membungkuk Pada Pelanggan
Di Jepang, pelanggan/customer dianggap dewa (semacam itu).
Misalnya saat pelanggan datang.
8. Membungkuk Sebagai Rasa Terima Kasih
Jika seseorang mempersilakan kita menyalip jalan mereka, suatu hal yang umum untuk membungkuk kecil menggunakan kepala sebagai tanda terima kasih. Bahkan umum untuk pengendara mobil saling membungkuk untuk sedikit kesopanan.
Pada pernikahan Jepang suatu hal yang umum untuk pengantin wanita untuk memberikan kata-kata sambutan yang menyentuh kepada orang tuanya – untuk mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan mereka selama ini.
9. Membungkuk Pada Pertunjukan
Seperti halnya di negara lain, hal yang umum dilakukan oleh para performer untuk membungkuk sebagai respon dari tepuk tangan yang diberikan untuknya, dan biasanya mereka membungkuk kecil.
10. Permintaan Maaf Ringan
Untuk permintaan maaf ringan kita membungkuk dengan kepala 10 °. Hal ini dapat digunakan jika kita bersenggolan dengan orang asing atau saat kita menyebabkan ketidaknyamanan kecil kepada seseorang. Sebagai contoh, jika seseorang menahan pintu lift untuk kita. Katakanlah sumimasen (permisi atau maaf).
11. Permintaan Maaf Biasa
Jika atasan kita marah karena kita sudah melakukan kesalahan, lakukanlah membungkuk 45 ° dengan tubuh bagian atas. Tahan selama 5 detik. Katakanlah sumimasen deshita (aku minta maaf atas apa yang telah kulakukan).
12. Permintaan Maaf Serius
Misalnya kita melakukan kesalahan yang serius, kita sebaiknya meminta maaf dengan membungkuk 45 ° dengan tubuh bagian atas dalam waktu yang agak lama, biasanya selama 15 hingga 20 detik. Katakanlah moushiwake gozaimasen deshita (aku sangat menyesal atas apa yang telah kulakukan).
13. Permintaan Maaf Dengan Panik
Misalnya kita menabrak seseorang di jalan dan menyebabkan kerugian dan kekesalannya, kita membungkuk sedalam ° 45 secara berulang kali untuk menunjukkan betapa menyesalnya kita.
Ulangi kata-kata moushiwake gozaimasen (aku sangat menyesal) setiap kali kita membungkuk.
Ini juga adalah cara orang-orang meminta maaf kepada yakuza dalam film-film di anime juga.
14. Permintaan Maaf Sangat Serius
Misalnya kita telah melakukan kejahatan serius dan kita meminta maaf kepada para korban.
Kita akan membungkuk dengan posisi berlutut. Katakanlah makoto ni moushiwake gozaimasen deshita (aku meminta maaf dengan tulus atas apa yang aku lakukan).
Ada dua jenis ojigi :
1. Ritsurei (立礼) yaitu ojigi yang dilakukan sambil berdiri. Saat melakukan ojigi, untuk pria biasanya sambil menekan pantat untuk menjaga keseimbangan, sedangkan wanita biasanya menaruh kedua tangan di depan badan.
2. Zarei (座礼). adalah ojigi yang dilakukan sambil duduk.
Berdasarkan intensitasnya, ojigi dibagi menjadi 3, semakin lama dan semakin dalam badan dibungkukkan menunjukkan intensitas perasaan yang ingin disampaikan:
1. Saikeirei (最敬礼), adalah level yang paling tinggi, badan dibungkukkan sekitar 45 derajat atau lebih
2. Keirei (敬礼), yaitu badan dibungkukkan sekitar 30-45 derajat
3. Eshaku (会釈), adalah membungkukkan badan sekitar 15-30 derajat
Saikeirei sangat jarang dilakukan dalam keseharian, karena dipakai saat mengungkapkan rasa maaf yang sangat mendalam atau untuk melakukan sembahyang. Untuk lebih menyangatkan, ojigi dilakukan berulang kali. Misalnya saat ingin menyampaikan perasaan maaf yang sangat mendalam.
Kesalahan yang sering terjadi jika seorang Indonesia datang ke Jepang atau baru mengenal budaya Jepang adalah saat melakukan ojigi, wajah tidak ikut ditundukkan melainkan memandang lawan bicara. Hal ini mungkin terjadi karena terpengaruh gaya jabat tangan yang lazim dilakukan sambil saling berpandangan mata. Kesalahan lain yang juga sering terjadi adalah mencampurkan ojigi dan jabat
Tata cara ojigi ::
Berdiri dengan sikap sempurna seperti dalam baris berbaris di hadapan orang/sekelompok orang atau benda, kemudian tundukkan/condongkan tubuh mulai dari pinggang ke atas sehingga dapat ditarik garis lurus mulai dari kepala hingga pinggang secara horisontal
Lakukanlah berulang-ulang untuk dapat menghayati orang Jepang melakukannya.
SUMBER:: GOOGLE + Buku 1001 Tentang Jepang Oke.. Saya rasa sekian dulu pembahasan tentang budaya jepang bagian pertama, OJIGI. Semoga Bermanfaat ^_^
Sampai jumpa kembali di postingan berikutnya.
By : Unknown


